Postingan populer dari blog ini
Naskah Drama "Anak Rantau"
Lakon Remaja ANAK RANTAU Karya Dian Tri Lestari AMAR Seorang anak yang pulang dari merantau (lelaki, usia 26 tahun), kritis, berpikir bahwa segala peradaban berkiblat pada kebudayaan Eropa, menganggap bahwa adat Melayu (umumnya Indonesia) adalah adat yang membuat orang Melayu tak bisa maju seperti orang-orang Eropa. TOK LAT Ayah Amar (lelaki, 54 tahun) yang pendiam, kurang ekspresif, berpendirian teguh terhadap bangsa Melayu. NAH Ibu Amar (perempuan, 50 tahun) yang cerewet, ramah, senang bicara, mudah senang dan mudah pula sedih, mencintai keluarga sehingga tak peduli ideologi mana yang dipakai anak atau suaminya asalkan keluarga utuh seperti semula. KAMELIA Adik Amar (perempuan, 16 tahun) yang pada akhirnya menentang cara pandang dan ilmu Amar meskipun dia orang yang paling merindukan datangnya Amar ke tanah Melayu, lincah, terbuka pada perbedaan dan kebebasan, namun tetap kukuh pada adat Melayu. ...
KERATON SAMBAS
Masjid di keraton Sambas, Kalimantan Barat. Kami melakukan perjalanan di tempat penuh sejarah tersebut. hingga kini keraton tersebut masih dikelola, meskipun belum dimaksimalkan oleh pemerintah setempat sebagai aset wisata. Warisan sejarah Melayu Sambas ini sepatutnya dikelola dengan sebaik-baiknya. Beberapa tempat belum dibersihkan dan dicat ulang. Pengelolaan para penjual pun tidak ditata. Padahal lokasi tersebut masih dikunjungi warga lokal, dijadikan objek untuk prewedding, dan tour wisata. Apalagi jika telah dikelola lebih baik. Berikut mengenai sejarah kerajaan Sambas yang saya ambil langsung dari Wikipedia. Kerajaan Sambas Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kerajaan Sambas Peta wilayah kekuasaan Kerajaan Sambas Berdiri 1300 - 1675 Didahului oleh Kerajaan Tan Unggal Digantikan oleh Kesultanan Sambas Ibu kota Sambas Bahasa Sambas Agama Hindu , [ rujukan? ] [1] Islam Pemerintahan -Raja pertama -Raja terakhir ...

Komentar
Posting Komentar