Bulan Sedang Leppas dari Tuhan (2)
Di suatu hari pada sebuah negeri Bulannya lepas pada kendali Maka bertanyalah pula aku Kemana redup itu tak hingga lesap menjejak bumi Seorang anak menderita sakit kaki Terpincang menganga padaku Bersama rekah matanya yang berapi Ia tengadahkan tangan dengan air mata dan kotoran wajah yang membekas Aku jatuhkan satu logam di telapak berjari tengahnya yang buntung, lalu ia pegang tanganku Kau tahu apa yang ia katakan Pulang. Segeralah pulang. Pulang. Lekaslah pulang, Kakak Coba kakak lihat Perkasa-perkasa di junjung negara Mereka punya gigi sringai juga punya tanduk serigala Coba kakak lihat Perkasa-perkasa yang berjejer di penjara Mereka punya kuasa Sembunyikan jejeran dosa Bapakku, Kakak Cuma berjejer biji timah Hanya terima lima ribu rupiah Untuk timah yang dicuci nahah dan darah Kakak k u, Kakak Cuma tak sengaja di antara para mahasiswa Berpekak teriak di muka istana Untuk kemudian lenyap bersama perkasa pemerintah! ...